Padang – Pemerintah Kota Padang tengah merevitalisasi kawasan Kota Tua di sepanjang Jalan Klenteng dan Jalan Muaro untuk membangkitkan kembali nilai sejarah pusat perdagangan masa kolonial tersebut.
Proyek penataan yang mencakup kawasan Pondok dan Muaro ini difokuskan pada perbaikan permukaan jalan menggunakan batu andesit sebagai bagian dari Paket 4 Jalan Kota Tua.
Wartawan senior Khairul Jasmi dalam tulisannya di Singgalang.co.id pada Jumat (16/10/2026) mengungkapkan bahwa gagasan revitalisasi ini sebenarnya sudah muncul sejak lama namun baru terealisasi saat ini.
“Waktu saya masih reporter rencana revitalisasi kota tua sudah disampaikan, tapi Padang yang makin berumur rencana tak juga jadi kenyataan,” ujar Khairul.
Kawasan Pondok memegang peranan krusial dalam sejarah ekonomi Padang dengan catatan aktivitas perdagangan yang terhubung langsung ke pelabuhan dan jalur kereta api sejak abad ke-19.
Dokumen sejarah seperti surat kabar Sumatra-Courant tahun 1899 dan Soenting Melajoe tahun 1912 membuktikan kawasan tersebut pernah menjadi pusat toko, gudang kopi, hingga percetakan.
Dalam peninjauannya di lapangan, Khairul mengamati para pekerja mulai mengupas aspal lama menggunakan ekskavator untuk diganti dengan material baru.
Selain perbaikan jalan, pemerintah juga merencanakan penempatan kabel listrik dan telepon di bawah tanah guna memperbaiki estetika bangunan tua yang masih berdiri di sana.
Khairul menekankan pentingnya komitmen pemerintah agar proyek ini tidak mangkrak di tengah jalan akibat masalah anggaran atau kendala teknis lainnya.
“Jangan terbengkalai pula, Pak Wali,” tegas Khairul dalam tulisannya sebagai pengingat bagi Pemerintah Kota Padang.
Ia bahkan mengusulkan kawasan tersebut nantinya dijuluki sebagai Klein Nederland te Padang untuk mempertegas karakter historisnya.
Selain Kota Tua, pemerintah juga sedang melakukan penataan di kawasan Pasar Raya yang meliputi perbaikan taman, air mancur, hingga fasilitas di basement Blok 2 dan 3.
Data per minggu ke-14 menunjukkan progres pembangunan taman dan kolam di Pasar Raya baru mencapai 23,3 persen dari target rencana sebesar 30,6 persen.
Pengerjaan infrastruktur juga menyasar kawasan Pantai Padang, tepatnya penataan taman dan area parkir di Jalan Samudera serta pembangunan trotoar dari Simpang Hangtuah hingga Olo Ladang.
Khairul berharap upaya fisik ini diikuti dengan sistem pengelolaan yang konsisten agar kawasan yang telah diperbaiki tidak kembali semrawut.
Ia menutup refleksinya dengan harapan agar Padang tetap menjaga jati dirinya sebagai kota bersejarah di tengah gempuran perubahan zaman.
“Mantunlah Padang, kota yang dilamun-lamun ombak,” tulis Khairul menggambarkan kondisi kota kelahirannya tersebut.






