Pasaman – Kabupaten Pasaman merayakan hari jadinya yang ke-81 dengan penuh refleksi dan semangat kebersamaan. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah panjang daerah sekaligus memperkuat tekad menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Pasaman menjadi puncak perayaan, dihadiri langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suheri dan Wakil Bupati Parulian Dalimunthe. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, tokoh masyarakat, adat, agama, serta unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir.
Acara ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah untuk meninjau kembali perjalanan Pasaman dari masa ke masa. Peneguhan komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan daerah menjadi fokus utama.
Gubernur Sumatera Barat beserta para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat turut memberikan dukungan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pembangunan Pasaman adalah bagian integral dari dinamika pembangunan provinsi.
Suasana semakin istimewa dengan kehadiran mantan Bupati dan Wakil Bupati Pasaman. Para pemimpin terdahulu ini menjadi saksi sejarah dan simbol kesinambungan pembangunan daerah.
Bupati Welly Suheri menyatakan bahwa perjalanan 81 tahun Pasaman adalah warisan yang harus diteruskan dengan semangat kolaborasi. “Pembangunan daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, dukungan pemerintah provinsi, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama, serta partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Beliau menambahkan, “Semangat Hari Jadi Pasaman menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja bersama seluruh elemen daerah.”
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian pembangunan yang telah diraih sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih ada.
Di bawah kepemimpinan Welly Suheri dan Parulian Dalimunthe, sinergi antarlembaga dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
Hari Jadi ke-81 ini melampaui sekadar angka. Delapan dekade lebih perjalanan Pasaman menyimpan jejak sejarah, perjuangan, dan kontribusi berbagai generasi yang telah membangun fondasi daerah.
Tanggung jawab kini berada di pundak generasi saat ini untuk melanjutkan estafet pembangunan.
Sejarah menjadi pijakan, kebersamaan menjadi kekuatan, dan pembangunan berkelanjutan menjadi arah yang harus terus diperjuangkan.
Pasaman hari ini adalah buah perjuangan para pendahulu. Masa depan Pasaman menjadi tanggung jawab bersama agar daerah ini dapat diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi mendatang.






