Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar rapat paripurna untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Rapat ini menjadi sorotan karena memuat capaian kinerja dan penggunaan anggaran daerah selama setahun terakhir.
Rapat paripurna berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kota Padang, Senin (9/3). Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, memimpin langsung jalannya rapat.
Muharlion didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, Mastilizal Aye, Osman Ayub, dan Jupri, serta Sekretaris DPRD Kota Padang, Hendrizal Azhar, beserta anggota dewan lainnya.
Dalam keterangannya, Muharlion menjelaskan bahwa LKPJ mencerminkan capaian yang diraih Pemerintah Kota Padang selama satu tahun, dari Januari hingga Desember 2025.
“Dari LKPJ tergambar capaian yang diraih Wali Kota selama masa kepemimpinan. Ini terkait kinerja,” kata Muharlion.
Selanjutnya, LKPJ akan dibahas di tingkat komisi untuk menghasilkan rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Padang pada tahun 2026.
“Spesifik untuk 2026 ini kami mendorong pencapaian program unggulan sesuai amanah RPJMD. Sejauh mana capaian program unggulan (Progul) menuju RPJMD. Apa yang belum tercapai kita kawal lagi,” tegas Muharlion.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan bahwa LKPJ merupakan bentuk akuntabilitas publik Pemerintah Kota Padang atas hasil dan capaian program serta kegiatan yang didanai dari keuangan daerah selama tahun 2025.
“LKPJ ini adalah wujud dari komitmen Pemerintah Kota Padang untuk terus transparan dan bertanggung jawab terhadap setiap penggunaan anggaran yang telah dialokasikan,” ujar Maigus Nasir.
Maigus Nasir menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Padang dari 84,38 pada 2024 menjadi 84,93 pada 2025. Capaian ini menjadikan Kota Padang sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Sumatera Barat.
Di sektor kesehatan, angka stunting berhasil diturunkan dari 24,2 persen pada 2023 menjadi 20,6 persen pada 2024.
Pemerintah Kota Padang juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69% pada 2025, didorong oleh penguatan sektor UMKM.
Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1,96 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$33,09 juta.
Target pendapatan daerah Kota Padang untuk 2025 terealisasi sebesar Rp2,85 triliun atau 99,15% dari target Rp2,87 triliun.
“Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja pemerintah saja, tetapi juga kontribusi seluruh masyarakat,” kata Maigus Nasir.
Sepanjang tahun 2025, Kota Padang juga meraih berbagai penghargaan, termasuk penghargaan tingkat ASEAN, Kota Terbaik dalam Program SPAB, Simpul Jaringan Terbaik Nasional dari ANRI, Program Kota Zakat-Wakaf dari Kementerian Agama, Kota Layak Anak (KLA), dan Innovative Government Award (IGA) 2025.






