Padang – Guru Fiqih MAN 2 Padang, Syahrul, memberikan pesan mendalam kepada siswa kelas XII IPA 7 pada pertemuan terakhir mereka, Selasa (10/2/2026). Pertemuan ini menjadi penutup pembelajaran rutin sebelum Ujian Madrasah (UM) yang akan berlangsung pada 2-12 Maret 2026.
Syahrul menekankan bahwa belajar Fiqih bukan sekadar untuk nilai, melainkan kewajiban setiap Muslim.
“Belajar Fiqih itu bukan hanya untuk mendapatkan angka di rapor, tetapi kewajiban yang termasuk fardhu ‘ain. Ilmu ini akan dipakai sepanjang hidup,” tegas Syahrul.
Dikenal sebagai guru yang disiplin, Syahrul menerapkan aturan ketat di kelas. Siswa wajib fokus, tidak berbicara sendiri, dan menyimpan telepon genggam selama pelajaran.
Namun, ketegasan Syahrul diimbangi dengan humor segar yang relevan dengan materi pelajaran. Hal ini membuat suasana kelas tetap hidup dan interaktif.
Syahrul mengaku terkesan dengan kelas XII IPA 7 yang dinilainya aktif dan responsif.
“Mengajar di kelas XII IPA 7 ini enak. Siswanya bisa diajak berkomunikasi dan cenderung interaktif. Kalau diajukan pertanyaan, mereka cepat merespons. Pokoknya mantaplah,” ujarnya.
Kesan positif juga dirasakan siswa. Muhammad Fatir Abdul Wahab menilai kelas menjadi lebih tertib dan materi lebih mudah dipahami.
“Kelas jadi lebih tenang dan lebih asyik. Materi yang disampaikan juga membuat pelajaran terasa lebih terang dan mudah dimengerti,” kata Fatir.
Rita Putri Maharani menambahkan bahwa belajar bersama Syahrul terasa serius namun menyenangkan.
M. Daffa Rijalul Z juga sependapat, menyebut gaya mengajar Syahrul tegas namun diselingi candaan.
“Bapak itu walaupun serius tapi ada juga humor sedikit biar tidak tegang. Penjelasan materinya jelas, serius, dan bisa masuk ke otak,” pungkas Daffa.





