Solok – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memprioritaskan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok. Ia memerintahkan pihak perbankan Himbara dan PNM Mekaar segera memberikan keringanan cicilan bagi nasabah yang menjadi korban bencana.
Gibran meminta Bupati Solok untuk segera mendata warga yang terdampak agar bantuan restrukturisasi kredit dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak semakin terbebani secara ekonomi di masa sulit pascabencana.
“Jadi warga tidak diberatkan. Ini nanti Pak Bupati, ya, mohon didata siapa saja warganya, sekiranya nanti membutuhkan bantuan restrukturisasi, nanti bisa kita penuhi,” ujar Gibran saat meninjau Posko Utama Penanggulangan Bencana di Kantor Bupati Solok, Jumat (25/9).
Selain keringanan finansial, Gibran menegaskan bahwa pembersihan material sisa banjir menjadi fokus utama pemerintah daerah. Ia mengingatkan agar penanganan tidak berhenti saat air surut, melainkan menyasar pembersihan lumpur, kayu, dan bebatuan di fasilitas umum serta lahan pertanian.
“Prioritas pembersihan material banjir di permukiman, jalan, jembatan, masjid, lahan pertanian, fasilitas umum,” tegasnya.
Mengingat wilayah Solok merupakan lumbung pangan nasional, Gibran mendesak percepatan pemulihan lahan pertanian. Ia ingin para petani dapat kembali beraktivitas secepat mungkin agar produktivitas pangan tetap terjaga.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga memberikan perhatian khusus pada aspek mitigasi bencana. Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk memperkuat koordinasi dengan BMKG guna memastikan informasi cuaca tersampaikan dengan akurat kepada warga di zona rawan.
Di sela-sela peninjauan, Wapres turut menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang warga bernama Agusra (59) akibat bencana tersebut. Ia meminta pemerintah daerah memberikan pendampingan maksimal bagi keluarga korban yang ditinggalkan.
Sebelumnya, Gibran sempat menyambangi Posko Pengungsi di Balai Pemuda Kayu Aro. Di lokasi itu, ia berdialog langsung dengan para pengungsi untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dengan layak.






