Nindya Karya Mulai Proyek Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pengambengan, Bali

oleh -19 Dilihat
nindya-karya-perkuat-infrastruktur-perikanan-nasional-lewat-pengembangan-ppn-pengambengan
Nindya Karya Perkuat Infrastruktur Perikanan Nasional Lewat Pengembangan PPN Pengambengan

Jembrana – PT Nindya Karya (Persero) secara resmi memulai pekerjaan konstruksi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali. Peresmian ditandai dengan kegiatan groundbreaking pada Selasa, 29 September 2026.

Proyek ini merupakan bagian dari Program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I (IDN-1055). Tujuannya untuk memperkuat infrastruktur perikanan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi maritim di Bali.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam seremoni groundbreaking. Ia menjelaskan dipilihnya Pengambengan karena Pelabuhan Benoa dinilai tidak lagi ideal untuk pengembangan pelabuhan perikanan skala besar.

“Pengambengan kita pilih untuk dikembangkan menjadi pusat perikanan karena Pelabuhan Benoa sudah tidak ideal untuk pengembangan pelabuhan perikanan. Kita ingin membangun Pengambengan menjadi pelabuhan yang modern, tertata dengan baik, dan terintegrasi,” ujar Trenggono.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik dimulainya proyek ini. Menurutnya, pembangunan PPN Pengambengan akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat Bali.

“Saya mewakili masyarakat Bali mengucapkan terima kasih karena telah mewujudkan program ini, ini yang pertama dan terbesar di Indonesia. Program ini akan meningkatkan perekonomian dan perikanan di Bali,” kata Koster.

PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan proyek. Perusahaan akan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, ketepatan waktu, dan penerapan teknologi konstruksi modern.

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan kawasan perikanan modern yang terintegrasi. “Nindya Karya berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, ketepatan waktu, serta penerapan teknologi konstruksi,” jelas Firmansyah.

Pengembangan PPN Pengambengan mencakup pembangunan fasilitas terintegrasi. Fasilitas tersebut meliputi dermaga, wharf, jetty, slipway, breakwater, dan revetment.

Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan tempat penanganan ikan, cold storage, pabrik es, dan pasar ikan modern. Fasilitas pendukung seperti bengkel perbaikan kapal dan jaring, serta SPBN juga akan dibangun.

PPN Pengambengan diharapkan menjadi ekosistem perikanan terpadu. Ini akan menghubungkan aktivitas pendaratan, pengolahan, pemasaran, hingga kegiatan industri hasil tangkapan ikan. Peningkatan daya saing sektor perikanan nasional menjadi target utama.