Padang – Percepatan pemulihan ekonomi masyarakat menjadi fokus utama Pemerintah Kota Padang melalui rehabilitasi infrastruktur irigasi yang kini melampaui target pengerjaan. Hingga Kamis (24/9/2026), perbaikan Daerah Irigasi (DI) Lubuk Minturun telah terealisasi sebesar 40 persen, melampaui rencana awal yang dipatok di angka 30 persen.
Dinas PUPR Kota Padang kini tengah memacu penyelesaian 21 paket fisik yang bersumber dari dana Transfer Ke Daerah (TKD). Proyek ini difokuskan pada perbaikan drainase dan aliran sungai yang terdampak banjir besar pada akhir 2025 lalu.
Kabid SDA dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Of Sanora, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja kontraktor di lapangan. Pihak pelaksana proyek berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu kontrak pada 9 November 2026.
“Progres on schedule. Di DI Lubuk Minturun, progresnya telah mencapai 40 persen,” ujar Well Of Sanora.
Menurutnya, percepatan ini sangat krusial karena jaringan irigasi tersebut menjadi urat nadi bagi lahan pertanian dan kolam perikanan warga. Ia menegaskan bahwa pihak kontraktor terus berupaya bekerja secara optimal di lapangan.
“Di schedule ini akan selesai tanggal 9 November, tetapi kontraktor berusaha lebih cepat,” tuturnya.
Pengerjaan infrastruktur ini tersebar di sejumlah titik strategis seperti Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, hingga Lubuk Kilangan. Fokus pembenahan mencakup Drainase Kampung Apa, Drainase Surau Lubuk, serta normalisasi Sungai Guwo dan Baringin.
Selain 21 paket utama, Dinas PUPR juga tengah merancang penambahan empat paket fisik baru. Anggaran tambahan tersebut berasal dari efisiensi sisa tender TKD yang akan dialokasikan untuk wilayah Sungai Lareh, Kuranji, dan Lubuk Begalung.
Langkah ini diambil Pemerintah Kota Padang untuk memperkuat ketahanan infrastruktur kota terhadap risiko bencana di masa depan. Perluasan jangkauan perbaikan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi stabilitas sarana pengairan di daerah tersebut.






