Tingkatkan Kualitas Konstruksi, Indonesia Perkuat Kemitraan dengan Tiongkok

oleh -27 Dilihat
di-forum-asean-china,-insannul-kamil-dorong-kemitraan-konstruksi-yang-berkualitas-dan-berkelanjutan
Di Forum ASEAN-China, Insannul Kamil Dorong Kemitraan Konstruksi yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Guangzhou – Indonesia mendorong transformasi besar dalam industri konstruksi nasional melalui penguatan kemitraan strategis dengan Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Fokus utamanya adalah memastikan setiap investasi asing tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga memacu peningkatan kompetensi tenaga kerja serta adopsi teknologi mutakhir.

Dorongan ini disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Insannul Kamil, dalam forum The 4th ASEAN-China Forum on Building Industry di Guangzhou, Tiongkok, pada 22-23 September 2026. Ia menekankan bahwa industri konstruksi dalam negeri harus segera “naik kelas” dengan memanfaatkan kolaborasi bilateral sebagai pintu masuk transfer teknologi.

Insannul menjelaskan bahwa integrasi investasi dengan rantai pasok lokal merupakan kunci utama. Menurutnya, perusahaan konstruksi nasional harus mampu menyerap ilmu dari investasi global, mulai dari aspek manajemen kualitas, keselamatan kerja, hingga kepatuhan standar internasional.

“Tahap berikutnya bukan sekadar memperbanyak proyek konstruksi dan infrastruktur, tetapi meningkatkan kualitas kemitraan dengan menghubungkan investasi China dengan perusahaan nasional, SDM profesional, rantai pasok lokal, transfer teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi, kualitas, keselamatan, dan kepatuhan,” tegas Insannul dalam forum tersebut.

Ia menambahkan bahwa LPJK akan terus memainkan peran strategis sebagai jembatan yang menghubungkan kapasitas industri dalam negeri dengan peluang global. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah adopsi teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), Building Information Modeling (BIM), hingga Digital Twin.

Pemanfaatan teknologi tersebut diyakini akan memperkuat posisi Indonesia di kancah regional. Insannul menilai, dengan penguasaan teknologi konstruksi pintar, Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam membangun ekosistem infrastruktur yang berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Optimisme ini juga didukung oleh pengamatan langsung para delegasi terhadap perkembangan robotika konstruksi di Guangdong-Hong Kong-Macao Construction Robot Exhibition. Pengalaman tersebut menjadi gambaran nyata mengenai masa depan industri yang harus segera diadopsi oleh pelaku usaha di tanah air.

Sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Insannul berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok. Ia menargetkan kemitraan ini mampu berkembang menjadi fondasi kekuatan konstruksi yang lebih tangguh dan terintegrasi di seluruh kawasan ASEAN.

“Perusahaan tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi harus naik kelas. Hubungan bilateral juga tidak berhenti pada Indonesia-China, melainkan berkembang menuju kolaborasi konstruksi ASEAN yang lebih kuat,” pungkasnya.