Solok Tetapkan Tanggap Darurat Pasca Banjir Bandang Terjang

oleh -6 Dilihat
tinjau-langsung-banjir-bandang-solok,-mahyeldi-fokuskan-penanganan-pada-keselamatan-warga-dan-percepatan-pemulihan
Tinjau Langsung Banjir Bandang Solok, Mahyeldi Fokuskan Penanganan pada Keselamatan Warga dan Percepatan Pemulihan

Solok – Operasional pemerintahan di Kabupaten Solok kini lumpuh total setelah banjir bandang menerjang kawasan pusat pemerintahan serta permukiman di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang. Menyikapi situasi kritis tersebut, pemerintah daerah resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil usai melakukan koordinasi intensif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tercatat sebanyak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengalami kerusakan parah akibat terjangan material lumpur.

“Ini duka kita bersama. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa dikatakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah. Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ujar Jon Firman Pandu.

Dalam peninjauannya ke lokasi bencana, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memprioritaskan keselamatan warga dan percepatan pemenuhan logistik. Ia juga mengabarkan perkembangan terkini terkait proses pencarian korban yang masih dilakukan tim gabungan.

“Tadi ada dua orang yang hilang, alhamdulillah satu sudah ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat segera ditemukan,” kata Mahyeldi, Selasa (22/9/2026).

Gubernur juga telah menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan kerusakan secara akurat. Data tersebut nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam merancang langkah rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik maupun rumah warga.

“Melalui Pak Sekda, validasi data harus segera disiapkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rumah warga maupun kantor pemerintahan bisa segera dilakukan,” tegas Mahyeldi.

Guna membantu warga terdampak, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok kini disulap menjadi posko evakuasi utama. Pemerintah juga telah mendirikan dapur umum gabungan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Di sisi lain, antisipasi terhadap banjir susulan terus diperketat mengingat peringatan dini BMKG mengenai potensi curah hujan tinggi. Pihak berwenang telah menyiagakan alat berat untuk melakukan pengerukan sedimen sungai guna melancarkan aliran air.