Tanah Datar – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berhasil mematahkan stigma negatif terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kepuasan layanan ini dirasakan langsung oleh warga Tanah Datar, Yusrizal Said, yang mendapatkan penanganan medis optimal tanpa biaya sepeser pun saat menderita pembengkakan jantung.
Yusrizal sempat dilarikan ke RSUD Dr. M. Ali Hanafiah akibat sesak napas akut. Selama lima hari menjalani perawatan, ia mengaku sangat terbantu karena seluruh biaya pengobatannya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.
“Saya sempat membayangkan biaya pengobatannya yang pasti besar. Namun, saya bersyukur biaya perawatan dijamin oleh program JKN sehingga saya bisa fokus menjalani pengobatan,” ujar Yusrizal.
Ia menepis anggapan bahwa pasien JKN mendapatkan perlakuan berbeda atau dibatasi dalam layanan kesehatan. Menurutnya, petugas medis justru memberikan respons yang cepat, ramah, dan tidak ada kendala terkait ketersediaan obat.
“Dari awal masuk IGD sampai ruang rawat inap, saya dilayani dengan baik dan cepat. Tidak ada yang disuruh beli obat di luar rumah sakit, dan tidak ada pembatasan hari rawat inap,” tegasnya.
Pengalaman serupa juga dialami istri Yusrizal, Yurnalis, yang sebelumnya sukses menjalani operasi pemasangan pen akibat patah tangan dengan memanfaatkan program yang sama. Kini, ia semakin terbantu dengan kemudahan digital melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Dengan Aplikasi Mobile JKN, antrean berobat bisa diambil dari rumah. Kalau lupa membawa kartu fisik, kita juga bisa menggunakan fitur kartu JKN digital,” jelas Yurnalis.
Pasangan ini pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi miring terkait layanan BPJS Kesehatan. Mereka menekankan pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif agar manfaat perlindungan kesehatan dapat diakses kapan saja saat dibutuhkan.






