Kelurahan Air Pacah Jemput Bola Validasi Data Bansos Warga

oleh -21 Dilihat

Padang – Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, memastikan tidak ada warga yang terlewat dari pendataan bantuan sosial melalui layanan jemput bola. Inovasi ini menyasar warga dengan keterbatasan mobilitas agar bisa terdaftar ke dalam sistem digital Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Langkah jemput bola dilakukan dengan mengerahkan agen khusus untuk membantu warga yang kesulitan mengoperasikan platform https://perlinsos.kemensos.go.id. Petugas bahkan mendatangi langsung rumah warga yang sakit atau penyandang disabilitas demi memastikan akurasi data.

Sekretaris Kelurahan Air Pacah, Maria Susanti, menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng pengurus RT, RW, hingga pengurus masjid sebagai agen pendamping. Pelibatan berbagai elemen masyarakat ini dilakukan agar proses pendaftaran menjadi lebih inklusif dan menjangkau seluruh lapisan warga.

“Kami senantiasa mendukung program pelayanan Perlinsos ini. Di Air Pacah, kami memaksimalkan sosialisasi kepada RT, RW, serta melibatkan pengurus masjid sebagai agen untuk membantu mendaftarkan warga yang membutuhkan,” ujar Maria Susanti, Jumat (17/7/2026).

Maria menekankan bahwa komitmen jemput bola akan terus diperluas agar pendataan kesejahteraan sosial berjalan efektif. Ia berharap pendekatan humanis ini mampu meminimalisir data ganda sekaligus mempercepat validasi calon penerima bantuan.

“Bagi warga yang sakit atau tidak dapat berjalan, kami berupaya mengunjungi rumah mereka. Beberapa warga sudah kami datangi dan ke depan layanan ini akan terus kami perluas agar semakin banyak masyarakat yang terlayani,” tambah Maria.

Inisiatif ini pun mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga berharap pendataan yang tepat sasaran ini dapat mempermudah akses mereka terhadap program bantuan seperti PKH maupun BPNT untuk menopang ekonomi keluarga.

Pemerintah Kota Padang sendiri menargetkan integrasi digital ini dapat menciptakan data kesejahteraan yang lebih akurat dan berkeadilan. Dengan sistem yang lebih transparan, penyaluran bantuan sosial di masa depan diharapkan menjadi jauh lebih efektif bagi masyarakat yang membutuhkan.